Perangkat Pembelajaran
Nama : Fitri Wulandary
Nim : 12001248
Kelas : 4G
Perangkat Pembelajaran
Perangkat pembelajaran merupakan
suatu perencanaan yang dipergunakan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, setiap guru pada satuan
pendidikan berkewajiban menyusun perangkat pembelajaran yang lengkap,
sistematis agar pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi aktif. Perangkat pembelajaran memiliki
peranan penting bagi seorang guru sebelum memulai proses pembelajaran.
Perangkat pembelajaran yang diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar
dapat berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar
Aktivitas Siswa (LAS).
Perangkat yang digunakan dalam
proses pembelajaran disebut dengan perangkat pembelajaran berupa perangkat pembelajaran yang
diperlukan dalam mengelola proses belajar mengajar dapat berupa silabus, RPP,
Lembar Kegiatan Siswa (LKS), Instrumen Evaluasi atau Tes Hasil Belajar (THB),
serta Media Alat Peraga pembelajaran. Jadi, Perangkat Pembelajaran
dapat diartikan sebagai alat kelengkapan yang digunakan untuk membantu
pembelajaran. Pada penelitian ini perangkat pembelajaran yang digunakan terdiri
dari silabus, RPP dan LAS.
1. 1. Silabus
silabus adalah rencana
pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar
kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus juga
diartikan sebagai rancangan program pembelajaran satu atau kelompok mata
pelajaran yang berisi tentang standar kompetensi dan kompetensi dasar yang
harus dicapai oleh siswa, pokok materi yang harus dipelajari siswa serta
bagaimana cara mempelajarinya dan bagaimana cara untuk mengetahui pencapaian
kompetensi dasar yang ditelah ditentukan.
Manfaat dari
silabus yaitu:
a.
Bermanfaat sebagai
hal yang utamam yang menjadi sumber acuan dalam penyususnan rencana pelaksanaan
penbelajaran atau di singkat RPP
b.
Guru lebih
mudah memetakan ragam variasi pembelajaran yang akan dituangkan ke dalam RPP
c.
Guru lebih
mudah dalam memetakan indikator-indikator pencapaian yang harus dicapai oleh
siswa
d.
Guru lebih
mudah dalam merancang bentuk-bentuk penilaian dari setiap indikator yang ingin
di capai.
e.
Guru lebih
mudah dalam merumuskan atau mempaatkan pembelajaran
Selain manfaat yang disebutkan diatas, silabus juga
berprinsip yaitu
a.
Ilmuah
(keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar,
logis, dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.
b.
Relevan (cakupan,
dalam, tingkat kesukaran dan urutan penyajian sesuai atau ada keterkaitan dengan
tingkat seperti perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan
spiritual peserta didik.
c.
Sistematis (berhubungan
secara fungsional dalam mencapai kompetensi).
d.
Konsisten (antara
kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar
dan sistem penilaian)
e.
Memadai (Cakupan
indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem
penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar).
f.
Aktual dan
Kontekstual (Cakupan
indikator, materi pokok, pengalaman bekajar, sumber belajar dan sistem
penilaian memerhatikkan perkembangan ilmu, teknologi dan seni mutakhir daalm
kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi).
g.
Fleksibel (Keseluruhan komponen silabus dapat
mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang
terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat).
h.
Menyeluruh (Komponen silabus mencakup keseluruhan
ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor)).
2. 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
Pembelajaran yang efektif tidak mungkin didapat hanya
dengan harapan bahwa pengalaman yang bermakna dan relevan akan muncul dengan
spontan di dalam kelas. Tidak dapat diragukan lagi bahwa pembelajaran yang
efektif hanya dapat ditemukan dalam perencanaan yang baik. Perencanaan dalam
kegiatan pembelajaran ditulis dalam sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP). RPP
merupakan perencanaan pendek untuk memperkirakan seluruh kegiatan yang akan
dilakukan oleh siswa maupun guru dalam kegiatan pembelajaran. Rencana yang
menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau
lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam
silabus.
3. 3. Lembar Aktivitas Siswa (LAS)
Lembar aktivitas siswa (LAS) adalah istilah lain dari
Lembar kegiatan siswa (LKS). Istilah LKS digunakan pada Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) sedangkan untuk kurikulum yang sedang berlaku sekarang
yaitu Kurikulum 2013 menggunakan istilah LAS. Namun pada kenyataannya, LKS atau
pun LAS sama saja fungsinya yaitu sebagai panduan siswa yang digunakan untuk
melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah dalam menemukan konsep
dan pengetahuan baru.
Lembar aktivitas siswa berisi teori ringkas, contoh soal
dan soal-soal essay atau multiple choise.
Lembar aktivitas siswa adalah
lembaran yang berisi perintah-perintah yang dilakukan sesuai dengan prosedur
kegiatan yang dilakukan dan persoalan-persoalan yang dikerjakan atau
dijawab oleh siswa.
4. 4. Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik merupakan sesuatu
yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan
penilaian hasil belajar maka dapat diketahui seberapa besar keberhasilan
peserta didik telah menguasai kompetensi atau materi yang telah diajarkan oleh
guru. Kurikulum 2013 mempertegas adanya pergeseran dalam melakukan penilaian
melalui tes (mengukur kompetensi kemampuan berdasarkan hasil saja), menuju
penilaian autentik (mengukur penilaian sikap, keterampilan, dan pengetahuan
berdasarkan proses dan hasil). Dalam penelitian ini, penilaian sikap diambil
pada saat proses belajar mengajar, penilaian pengetahuan dan penilaian
keterampilan diambil setelah mengerjakan LAS yang diberikan oleh guru. Ada bebrapa
jenis penilaian seperti penilaian keterampilan dan pengetahuan.
5. 5. Pendekatan Contextual Teaching
and Learning (CTL)
Pendekatan pembelajaran merupakan
jalan yang diambil oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran
tertentu yang bersifat lugas dan terencana. Pendekatan kontesktual merupakan
konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan
dengan situasi nyata siswa dan mendorong antara pengetahuan yang dimilikinya
dengan penerapan kehidupannya. Dengan mengaitkan pelajaran dan kehidupan nyata,
pembelajaran yang dilakukan akan lebih bermakna sebab siswa akan memahami
keterkaitan materi dengan aplikasinya di kehidupan nyata. Selain itu,
pendekatan kontekstual juga bertujuan untuk menyadarkan bahwa apa yang mereka
pelajari sangat berguna dalam kehidupan nyata mereka sehingga mereka akan
memposisikan diri mereka sendiri yang membutuhkan bekal untuk menyelesaikan
berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar
Posting Komentar