KURIKULUM
Nama : Fitri Wulandary
Nim : 12001248
Kelas : 4G
Judul : Kurikulum
Kurikulum merupakan menjadi hal yang terpenting didalam pendidikan di
Indonesia, kurikulum juga menjadi dasar dari pendidikan karena didalam
kurikulum terdapat materi pembelajaran, tujuan dari pendidikan, bahkan
penyelenggaraan dalam pendidikan. Kurikulum berisi sekumpulan
rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan
menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan
pembelajaran dengan baik. Jadi, kurikulum merupakan seperangkat
pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan
pendidikan. Menurut beberapa parah ahli seperti Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul
Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, kurikulum adalah serangkaian penyusunan
rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar. Adapun
rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan
dan parah pengajar di sana. Jadi
kurikulum merupakan inti dari pendidikan dimana kurikulum tersebut berisikan
serangkaian. Tujuan, bahkan materi pembelajaran. Kurikulum menjadi sangat penting untuk
dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi
sekolah-sekolah formal, di mana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan
arah dalam mengajar. Sesuai dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang
terencana, maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan
sedemikian rupa. Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai. Kurikulum
berfungsi sebagai ada beberapa fungsi dari kurikulum yaitu Fungsi
Untuk Penyelenggara, sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara
pendidikam. Dalam funsgi ini, fungsi kurikulum dibagi lagi menjadi 2 yaitu
Fungsi Integrasi (menjadi alat untuk membentuk pribadi peserta didik) dan kedua
Fungsi Persiapan (mempersiapkan peserta didik untuk kejenjang berikutnya contoh
dari sd maka kurikulum mempersiapkan perserta didik ke jenjang berikutnya yaitu
smp). Fingsi penyesuaian (kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai
perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat), fungsi diferensiasi
(memperhatikan pelayanan kepada peserta didik, karna setiap peserta didik
memiliki perbedaa angara satu sama
lain), fungsi dianostik (memahami dan
mengarahkan potensi yang dimiliki setiap siswa untuk dapat digali dan diasah
sehingga. Potensi tersebut dapat menjadi kelebihan dari peserta didik atau
bahkan menjadikan bakat yang nantinya bisa mengangarkan peserta didik sukses),
fungsi pemilihan (selain mengarahkan petensi peserta didik, kurikulum juga
memberikan fasilitas kepada siswa dengan memberikan kesempatan dalam pemilihan
program belajar sesuaj minat dan bakat masing-masing). Selain fungsi-fungsi
diatas, ada juga fungsi bagi pihak terlibat seperti kepala sekolah bahkan
guru-guru yang mengajar. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami
perkembangan atau bahkan perubahan dari tahun ketahun mengikuti perubahan zaman
yang semakin canggih dan modern ini. Jadi, kurikulum ini mengikuti perubahan zaman contohnya pada kurikulum
Rentjana pada tahun 1947 ini merupakan kurikulum yang digunaka oleh indonesia.
kurikulum ini untuk membentuk karakteristik masyaratak indonesia supaya menjadi
manusia yang berdaulat dan merdeka. Ada lagi kurikulum pada tahun 1964, pada
tahun ini kurikulum kembali lagi disempurnakan. Kurikulum ini menekankan
program pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan serta jasmani. Artinya
kurikulum dari tahun 1947-1964 itu sudah mengalami perubahan kearah yang lebih
baik lagi hingga lah akhirnya kurikulum sekarang yaitu kurikulum K 13 yang
menitik beratkan kepada tiga aspek yaitu pengetahuan, keterampulan, dan
perilaku. Pada dasarnya, ada banyak perubahan yang
terjadi selama kurun waktu tersebut. Tak hanya pada proses penilaian
saja, namun isi dari kurikulum juga terus diperbarui. Meski begitu, setiap
perubahan tentu mempunyai harapan bahwa dunia pendidikan di Indonesia bisa
menjadi semakin maju.
Kurikulum memiliki tujuan yaitu segala sesuatu yang dikerjakan
dengan sebuah perencanaan, tentu harus memiliki tujuan, begitu juga dengan
kurikulum. Tanpa tujuan yang jelas, tentu apa yang telah dirumuskan tidak akan
ada artinya. Pendidikan di Indonesia tentu juga mempunyai tujuan, maka dari
itu, pembentukan kurikulum ditujukan demi mewujudkan ketercapaian pendidikan
tersebut. Tujuan dari kurikulum yaitu Tujuan pendidikan dasar yang menaruh perhatian
penting pada aspek kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan juga
keterampilan sebagai pondasi utama, untuk meningkatkan kecerdasaan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, dan juga keterampilan guna menjadi bekal bagi
kehidupan remaja yang penuh tantangan, yang bertujuan untuk meningkatkan
kecerdasaan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan ketrampilan yang jauh
lebih baik dari sebelumnya., Materi dalam Kurikulum.
Komponen
kedua adalah materi. Jadi, di dalam kurikulum akan dimuat materi yang berbentuk
bahan ajar untuk kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas demi
tercapainya tujuan pembelajaran. Adapun materi di dalam kurikulum tidak boleh
dibuat dengan sembarangan. Materi yang dicantumkan harus sesuai dengan
perkembangan setiap siswa dan bermakna bagi mereka, kemudian terdiri dari
pengetahuan ilmiah yang dapat diujikan kebenarannya, menjadi cerminan kenyataan
nasional, serta mampu menjadi penunjang tercapainya tujuan pendidikan. Kemudian ada komponen kurikulum nomor tiga, yaitu strategi pembelajaran.
Untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan, strategi menjadi sangat penting.
Strategi pembelajaran dapat berupa metode dan peralatan yang digunakan untuk
menyampaikan pelajaran kepada para peserta didik. Strategi yang diterapkan oleh
setiap negara tentu tidak sama antara satu dengan lainnya. Semua itu tergantung
terhadap beberapa faktor, terutama sumber daya alam dan manusianya. Semakin
kaya sumber daya alam dan semakin berkualitas sumber daya manusia di suatu
negara, strategi yang diterapkan dapat lebih maksimal dan bervariasi. Komponen kurikulum yang terakhir yaitu evaluasi. Evaluasi
ini ditujukan untuk melakukan pemeriksaan, apakah kurikulum yang telah dibuat
dan diterapkan berjalan dengan lancar, sehingga efektif dan mampu mencapai
tujuan dari pendidikan.
Komentar
Posting Komentar