Manajemen Sekolah

 

Nama   : Fitri Wulandary

NIM    : 12001248

Kelas   : 4.G

Manajemen Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

        Pendidikan dipandang sebagai upaya  mencerdaskan kehidupan bangsa, mengembangkan manusia yang beriman dan bertakwa, berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan. Di sekolah terdapat tenaga pendidikan yang paling berperan dalam menentukan kualitas pendidikan yaitu para guru dan kepala sekolah. Sekolah yang efektif adalah sekolah yang memiliki kemampuan memberdayakan setiap kemponen penting sekolah, baik secara internal maupun eksternal, serta memiliki pengelolaan yang baik, transparan dan akuntable untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien. Kepala sekolah memiliki tugas yaitu untuk memimpin sekolah, tempat terselenggarakannya proses belajar mengajar. Keberhasilan pendidikan sekolah ditentukan oleh keberhasilan kepala sekolah dalam mengelola tenaga pendidikan.

       Pendidikan adalah proses pelaksanaan pendidikan dengan mendaya gunakan segala sumber daya yang dimiliki secara terintegritas dan terkoordinasi untuk mencapai tujuan secara efektif serta mengoptimalisasikan sumber daya atau pengelolaan dan pengendalian. Dalam meningkatka pendidikan di sekolah, dibutuhkan sistem pengelolaan sekolah yang bermutu dan mampu melakukan pengembangan dan perbaikan secara terus menerus, serta dapat memberikan kepuasan kepada siswa, terutama menyangkut ranah kognitif, efektif, psikomotorik, metode yang tepat untuk pembelajaran, serta target yang harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu.

    Faktor penyebab rendahnya kualitas pendidikan yaitu efektifitas, efesiensi, dan standarisasi pengajaran, rendahnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, kesejahteraan guru, prestasi siswa, kesempatan pemerataan pendidikan, relevansi pendidikan dan mahalnya biaya pendidikan. Perencanaan tidak terlepas dari dua unsur yaitu pelaksanaan dan pengawasan (pemantauan, penilaian, dan pelaporan). Pengawasan dalam perencanaan dapat dilakukan secara preventif (pengawasan yang melekat dengan perencanaanya) dan represif (pengawasan fungsional atas pelaksanaan rencana, baik yang dilakukan secara internal maupun eksternal oleh pengawas yang di tugasi).

        Perencanaan program sekolah memiliki dua fungsi yaitu perencanaan merupakan upaya sistematis yang menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia. Dan perencanaan merupakan kegiatan untuk mengarahkan atau menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.anajemen sekolah secara langsung akan mempengaruhi dan menentukan apakah kurikulum tersebut efektif, berbagai peralatan belajar, waktu mengajar, dan proses pembelajaran.

    Program sekolah yang terakhir perlengkapan yang meliputi perbaikan atau rehabilitas gedung sekolah, penambahan ruang kelas, perbaikan atau pembuatan pagar pekarangan sekolah, perbaikan atau pembuatan lapangan olahraga, perbaikan atau pengadaan bangku murid. Pelaksanaan program manajemen sekolah, strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan yang meliputi sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah. Tahap terakhir yaitu evaluasi pelaksanaan program sekolah. Evaluasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program yang telah dilaksanakan. Evaluasi program sekolah juga perlu dibuat laporan terdiri laporan keuangan dan laporan teknis, laporan keuangan menyangkut penggunaan uang dan akan di pertanggung jawabkan. Sedangkan laporang teknis menyangkut program pelaksanaan dan hasil pelaksanaan program.

        Disini peran kepala sekolah tidak bisa terlepas begitu saja, peran kepala sekolah dengan kaitannya manajemen sekolah adalah mengadakan buku-buku bersama dengan pedoman guru, guru memahami dan menjabarkan tujuan pendidikan yang meliputi tujuan umum. Instruksional, kurikuler, dan tujuan guru. Guru menyusun program kulikuler dan kegiatan tambahan.

        Program yang menjadi prioritas sekolah dalam implementasi manajemen sekolah yaitu kurikulum dan pengajaran, tenaga pendidikan, kesiswaan, sarana dan prasana pendidikan, pengelolahan hubungan sekolah dan masyarakat, dan pelayanan khusus lembaga pendidikan. Kepala sekolah merupakan seorang manajer di sekolah, ia bertanggung jawab terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian perubahan dan perbaikan program pengajaran di sekolah. Kepemimpinan ang efektif bagi perubahan datang dari orang yang ingin tumbuh dan berfungsi sepenuhnya. Peran pendidikan sangat penting bagi perubahan sosial, kultural, ekonomi dan politik. Fungsi utama pendidikan adalah mengubah manusia menjadi kearah yang lebih baik lagi. Dalam menerapkan strategi manajemen sekolah diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidilan meliputi sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan program sekolah. Strategi adalah rencana yang mengandung cara komprehensif dan integratif yang dapat dijadikan pegangan untuk bekerja, berjuang dan berbuat untuk memenangkan sebuah kompetisi.  Analisis SWOT adalah salah satu tahap dalam manajemen strategik yang merupakan pendekatan analisis lingkungan. Bukan hanya itu, proses penilaian kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan secara umum menunjukkan kepada dunia sebagai analisis SWOT.

        Dalam menentukan sebuah rencana pastilah memiliki sebuah hambatan, contohnya saja kurang nya partisipasi masyarakat (masyarakat yang kurang menudukung) dan kesulitan ekonominya juga ikut rendah terhadap manajemen sekolah. Sehingga dukungan dari masyarakat juga menjadi salah satu dukungan mereka terhadap manajemen di sekolah. Masyarakat akan memberikan dukungan jika keikut sertaan masyarakat dalam manajemen sekolah semakin mendapat tempat yang lebih baik lagi. Sekolah jugalah harus transparan dengan pelaksanaan program yang lebih akuntibel. Bukan hanya itu kepala sekolah juga mempunyai hambatan dalam pelaksanaan program sekolah seperti relevansi pendidikan yang merupakan salah satu masalah pendidikan yang perlu penyesuaian dan peningkatan materi program pendidikan agar secara terus menerus, dan salah satu wujud dari relevansi pendidikan yaitu reformasi kurikulum yang merupakan tercapainya keselarasan antara kurikulum dengan kebijakan di bidang pendidikan. Prinsip dari relevansi yaitu prinsip efesiensi dan aktivitas, kontinuitas, fleksibelitas program serta pendidikan seumur hidup. Melalui kebijakan tersebut bertujuan untuk menciptakan keadaan agar keluaran pendidikan sepadan dengan kegutuhan berbagai sektor pembangunan untuk tenaga ahli dan terampil sesuai dengan jumlah, mutu, dan sabarannya.

Komentar