Kultur Sekolah

Nama                           : Fitri Wulandary

NIM                            : 12001248

Semester/ Kelas           : 4/ G

 

Pentingnya Membangun Kultur Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan

Kultur sekolah adalah budaya sekolah yang menjadikan ciri dan nilai unggul siswa dalam sekolah. Terdapat sembilan aspek budaya utama untuk dikembangkan dalam rangka membentuk karakter siswa yaitu, 1) budaya membaca, 2) budaya jujur, 3) budaya bersih, 4) budaya disiplin, 5) budaya kerja sama, 6) budaya kerja sama, 7) budaya berprestasi, 8) budaya saling menghargai, 9) budaya hemat atau ekonomis. Kultur sekolah berfungsi sebagai mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika yang sangat berkualitas. Yang berdampak kepada lingkungan sekolah yang kondusif sehingga mutu pendidikan semakin meningkat. Kultur sekolah yang baik dan akan membentuk karakter siswa sekolah baik pula.

Pendidikan adalah salah satu jembatan untuk mencapai cita-cita, ataupun meraih kehidupan masa depan yang lebih baik, pendidikan yang bermutu menjadi kebutuhan, tuntutan dan harapan seluruh lapisan masyarakat. Berbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu daru kultur sekolah, seperti salah satunya pendidikan dan melatih guru, pengadaan sarana dan prasarana, meningkatkan kompetensi, dan profesionalisme seorang guru yang melalui lesson study dan sertifikasi seorang guru, studi banding yang dilakukan di luar negeri, meningkatkan kesejahteraan guru melalui tunjangan sertifikat. Tetapi fakta mengatakan bahwasannya apa yang dilakukan atau semua usaha tersebut tidak berdampak signifikan.

Sekolah memiliki tiga aspek yang sangat berkaitan erat dengan mutu sekolah, yaitu proses belajar mengajar, kepemimpinan dan manajemen, dan yang terakhir adalah kultur sekolah. Sebagian besar peningkatan mutu sekolah hanya berfokus kepada proses belajar mengajar serta berfokus kepada sarana dan prasarana, sedikit menyentuh aspek kepemimpinan dan manajemen sekolah. Sekolah hanya berfokus kepada itu tanpa memikirkan sedikit pun kultur sekolah. Padahal hal tersebut tidak kalah penting dari proses belajar mengajar, kepemimpinan dan manajemen, dan sarana dan prasarana. Sejauh ini bukti menunjukkan bahwasannya proses belajar mengajar tidak hanya memerlukan sarana dan prasarana hal itu tidaklah cukup, faktor penentu dalam menentukan mutu dari pendidikan tidak hanya dalam wujud fisik saja, tetapi perlu dibarengi dengan pendekatan non fisik yaitu  dengan membangun dan mengembangkan kultur sekolah.

Kultur sekolah merupakan pola makna yang dipancarkan secara historis yang mencakup norma, nilai, keyakinan, ritual dan tradisi dan mitos yang di sekolah yang nantinya hal tersebut akakn diwariskan kepada antar generasi, dan dipegang bersama kepala sekolah, guru, staf administrasi, dan siswa yang akan mempengaruhi pola pikir, sikap, dan tindakan seluruh warga sekolah dalam memahami dan memecahkan berbagai persoalan. Selain itu, kultur adalah norma-norma, nilai-nilai, keyakinan, sikap, harapan-harapan, dan tradisi yang ada di lingkungan sekolahdan nantinya hal tersebut akan diwariskan kepada warga sekolah.

Konsep kultur sekolah di pendidikan adalah situasi yang akan memberikan landasan dan arah untuk berlangsungnya suatu proses  pembelajaran yang efektif dan efisien. Kultur sekolah bersifat positif yang memperbaiki kinerja sekolah, membangun komitmen warga sekolah serta membuat suasana kekeluargaan, kolaborasi, ketahanan belajar, memiliki semangat untuk terus maju, dorongan untuk selalu bekerja keras, tidak pernah atau tidak mudah untuk menyerah atau pun mengeluh. Kultural sekolah sangat penting perannya bagi sebuah bakat yang hebat, tetapi memiliki kondisi sekolah yang kurang mendukung, anak tersebut tidak tumbuh optimal, bakatnya akan terpendam dikarenakan kondisi sekolah yang sepeti itu bahkan bisa saja bakat anak tersebut bagus dikarenakan tidak terus di asah, di gali maka bakat tersebut akan mati. Sebaliknya anak yang memiliki kepintaran dan bakat sedang-sedang saja, tapi karena lingkungan sekolahnya bagus, memadai maka anak tersebut akan tumbuh sebagai anak yang mandiri dan sukses. Hal tersebut bearti pembelajaran yang baik akan terjadi jika sekolah tersebut memiliki kultur sekolah yang baik atau positif. Kultur sekolah yang baik akan berdampak bagi tersebut yaitu kesuksesan bukan hanya siswanya tetapi guru juga merasakan kesuksesan tersebut. Hal tersebut tidak dapat di pisahkan dengan motivasi dan prestasi siswa karena hal tersebut berkaitan erat dengan prodiktivitas dan kepuasan seorang guru.

Adapun contoh dari kultur sekolah yang bernilai positif seperti siswa meyakini bahwa mereka dapat memperoleh prestasi dengn cara bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam belajar untuk mencapai kesuksesan, prestasi dan teguh untuk mendapatkan tersebut tidak di pisahkan seperti dua sisi mata uang, menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma sosial, etika dan moral, membangun sebuah visi, misi dan aksi, kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsi sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan, kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan memiliki spirit corp dan team work yang tinggi bukan hanya itu tetapi mereka juga lah harus kompak dalam bekerja sama, menghargai prestasi siswa baik itu prestasi yang kecil karena dari prestasi kecil tersebut kita membanggakan dan menghargai itu akan menjadi semangat untuk siswa tersebut dalam meningkatkan prestasi atau bakat yang dia miliki, dan juga siswa yang masih belum mengenal apa bakat siswa tersebut sebagai guru harus memotivasi siswa tersebut hingga akhirnya dia memiliki bakat dan prestasi, memiliki simbol-simbol yang menekankan penghargaan dan sanksi, sehingga mendorong pencapaian prestasi dan menghambat pelanggaran dan tidak memiliki prestasi, dan lingkungan sekolah yang bersih , rapi, sejuk dan tentram karena apabila kondisi sekolah kita bersih , rapi, sejuk dan tentram maka akan berpengaruh dengan kenyaman dalam belajar mengajar.

 Jadi tujuan dari kultur sekolah adalah meningkatkan hasil belajar siswa, terciptanya kepuasan kerja, terwujudnya produktivitas kerja, terarahnya perilaku warga sekolah untuk meningkatkan mutu proses dan hasil belajar siswa, dan terciptanya kerja tim warga sekolah yang kompak

Komentar